Tampak Mesra, Nurhayati – Rendra Isyaratkan Koalisi di Pilgub Jatim mendatang

Tampak Mesra, Nurhayati – Rendra Isyaratkan Koalisi di Pilgub Jatim mendatang

95

 

Kota Malang – Jelang suksesi Pilgub Jatim 2018, salah satu figur Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Waketum DPP Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mulai intens melakukan komunikasi dengan beberapa Partai Politik di daerah, salah satunya adalah Partai NasDem, dibawah Ketua DPW Partai NasDem Jatim, Rendra Kresna.

Kedua tokoh politik ini terlihat “mesra” dan tampak akrab duduk bersebelahan usai mengikuti event Jalan Sehat Nasional KAHMI di Balai Kota Malang, Minggu (30/7/2017) pagi.

Kedekatan keduanya seolah menyiratkan sinyal koalisi antara Demokrat dan NasDem di Pilgub Jatim mendatang.

Ketika ditanya apakah ini sinyal untuk berkoalisi atau bahkan berpasangan maju bertarung di Pilgub Jatim mendatang keduanya hanya tersenyum.

Seperti diketahui Rendra Kresna juga dikabarkan masuk dalam bursa calon Wakil Gubernur Jatim dari beberapa survei yang telah dilakukan.

“Belum. Pilkada itu ada mekanisme. Semuanya tergantung hasil survei dari masing-masing internal partai,” kata Nurhayati Ali Assegaf sembari tersenyum pada awak media.

Keinginan maju anggota Komisi I DPR RI itu maju pada pilkada Jatim itu, murni karena dorongan masyarakat.

“Saat ini sudah banyak dukungan dari masyarakat kepada saya, seperti dari Federasi Nelayan, dari dan lainya. Yang  penting itu dukungan masyatakat,”tandasnya

Bacagub Partai Demokrat ini mengaku masih terus melakukan silahturahmi politik dan membicarakan koalisi dengan partai politik lain. Disisi lain ia optimis rekomendasi Majelis Tinggi Partai Demokrat akan jatuh kepada dirinya.

”Saya yakin rekomendasi tersebut akan diberikan kepada saya,karena setiap dalam kesempatan Ketua Umum DPP Partai Demokrat selalu mengatakan dalam urusan Pilkada, Partai Demokrat akan mengutamakan kader internal sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, Rendra Kresna mengatakan pihaknya memiliki beberapa kriteria figur calon gubernur yang akan didukung, tentunya kata bupati Malang itu figur calon yang memiliki elektabilitas dan memang dicintai masyarakat Jawa Timur.

“NasDem percaya dengan Survei independen. Selama ini sudah NasDem lakukan, agar bisa mengetahui figur yang memang dicintai atau diinginkan masyarakat. Hasil itu nantinya akan menentukan sikap NasDem di Pilgub Jatim,” ujar Rendra Kresna

Baca Juga:  Kota Malang Kembali Raih Adipura Kencana dan Adiwiyata Mandiri 

Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Generasi Muda Madura (HIGEMURA) Muhlis Ali justru menilai, Bupati Malang yakni Rendra Kresna punya kans yang sangat besar jika didaulat mendampingi Calon Gubernur dalam Pilgub Jatim mendatang. Rendra dianggap mumpuni karena dia kepala daerah yang cukup sukses diwilayah Kabupaten Malang. Sosoknya yang visioner, berpeluang besar merebut suara pemilih dari warga Madura yang ada di Jawa Timur khususnya di wilayah Tapal Kuda. Mengingat Rendra Kresna sendiri putra asli Pamekasan.

“Kami memandang sosok Rendra Kresna punya kans besar apabila digandeng salah satu calon sebagai Wakil Gubernur. Mengingat, secara kultur Rendra yang asli Putra Madura cukup mampu menarik simpati masyarakat dari kalangan Madura,” papar Muhlis seperti dilansir Beritajatim

Sementara jumlah kursi fraksi Demokrat di DPRD Jatim hanya berjumlah 13, berbanding 4 dengan NasDem. Artinya jika keduanya berkoalisi, harus memperoleh dukungan parpol lain untuk mengusung calon gubernur, karena masih kurang tiga kursi lagi, dari total 20 kursi yang disyaratkan KPU Jatim.

Di lain pihak, Berdasarkan Survei yang telah dilakukan Surabaya Survei Center (SSC) selama bulan Juni lalu, elektabilitas kandidat Calon Gubernur, Nurhayati Assegaf berada di posisi 13 dengan prosentase 0.40 persen, sedangkan Rendra Kresna di posisi 17 dengan 0.30 persen, terpaut jauh dari Saifullah Yusuf yang berada di posisi pertama dengan prosentase 26.60 persen.

Sumber Surabaya Survei Center

Sedangkan untuk elektabilitas Cawagub, Nurhayati dan Rendra masing-masing berada di posisi 7 dan 11 dengan prosentase masing-masing, 5,50 persen dan 2.90 persen.

Melihat fakta tersebut kedua tokoh tersebut nampaknya harus bekerja keras untuk bisa bersaing dalam kontestasi Pilgub Jatim 2018 mendatang. (Red)