Refleksi Akhir Tahun, KAHMI Kota Malang Soroti Kebijakan Daerah

Refleksi Akhir Tahun, KAHMI Kota Malang Soroti Kebijakan Daerah

217

KOTA MALANG – Menjelang akhir tahun 2016 ini, Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Malang menggelar diskusi publik. Acara yang diadakan hari ini (28/12/16) di Rumah Makan Joglo Dau, jalan Ijen Kota Malang ini dalam rangka refleksi akhir tahun untuk menyoroti persoalan sosial budaya, keagamaan, hukum dan tata kota di Kota Malang.

Dalam penyampaiannya, salah satu Presidium KAHMI Kota Malang, Luthfi J Kurniawan, menilai bahwa Pemkot Malang selama ini kurang responsif dalam hal layanan publik. Ia menyebut, mayoritas kebijakan yang tertuang lebih banyak terkait pendapatan daerah, bukan hal yang berkaitan langsung dengan kebutuhan warga. Pemkot dan DPRD Kota Malang dianggap lebih banyak mengatur tentang pendapatan daerah. Selain itu, Lutfi menambahkan bahwa kinerja aparat penegak hukum, baik kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan, juga belum memuaskan. Hal itu tercermin dari banyaknya kasus dugaan korupsi yang tak kunjung tuntas.


Hal serupa juga dipaparkan oleh salah satu pembicara dalam diskusi ini, Ibnu Sasongko. Dikatakannya, pemerataan pendidikan di Kota Malang belum terealisasi. Sementara pembicara yang lain, Ahmad Barizi memaparkan tentang kondisi sosial budaya di Kota Malang. Menurut dosen UIN Malang ini, saat ini generasi muda sudah banyak terkontaminasi budaya barat yang kurang sesuai, sehingga butuh penguatan identitas berbangsa dan bernegara.

Dalam acara ini, hadir pula Wakil Walikota Malang, Sutiaji dan wakil rektor II Universitas Brawijaya, Sasmito Djati. Diskusi yang dikemas santai ini juga dihadiri oleh kalangan akademisi dan pegiat media di Malang Raya. (red)