Pasar Merjosari Ditutup Pagar Seng, Pedagang Hanya Bisa Pasrah

Pasar Merjosari Ditutup Pagar Seng, Pedagang Hanya Bisa Pasrah

185

KOTA MALANG – Upaya penutupan dan pemindahan pedagang pasar Merjosari ke pasar terpadu Dinoyo terus berlanjut. Sore tadi (14/05/17), Pemerintah Kota (Pemkot) Malang lewat dinas Pasar melakukan menutupan pasar dengan memasang pagar seng mengelilingi pasar Merjosari. Untuk mengamankan tugasnya, tampak ratusan personil gabungan yang terdiri dari TNI, Polisi, Satpol PP dan satgas dinas Pasar Kota Malang turut mengawal aktivitas tersebut.

Melihat peristiwa tersebut, para pedagang yang awalnya sejak pagi mencoba tetap bertahan didalam pasar akhirnya hanya bisa pasrah. Mereka tak kuasa melawan ratusan aparat gabungan yang melakukan sterilisasi area pasar dari para pedagang. Akhirnya, para pedagang memilih untuk memindahkan barang dagangannya keluar area pasar.

Namun sekitar pukul 21.00 WIB malam ini, para pedagang terlihat kembali berjualan tapi berpindah ke tempat parkir sisi utara Pasar. Mereka menjajakan dagangannya dengan alas seadanya. Menurut salah satu pedagang, Triluko, pasar dadakan itu sengaja didirikan setelah para pedagang dilarang memasuki areal Pasar Merjosari.


“Sudah tidak boleh masuk Mas, akhirnya teman-teman jualan disini dengan kondisi seadanya dan belum tertata. Besok mungkin sudah mulai ditata, saya juga belum dapat tempat,” ungkap penjual ikan segar ini.

Pemasangan pagar seng itu sendiri dilakukan aparat gabungan sekitar pukul 14.00 hingga pukul 18.00 WIB. Saat ditutup, sudah tidak ada lagi perlawanan seperti yang dilakukan sebelumnya. Sementara itu, di luar pagar juga terpampang spanduk pengumuman yang mengimbau agar aktifitas jual beli berpindah ke Pasar Dinoyo karena Pasar Merjosari akan dibongkar total.

Polemik Pasar Merjosari memang belum tuntas hingga saat ini. Para pedagang masih bersikeras bahwa pasar terpadu Dinoyo belum layak ditempati dikarenakan ada syarat – syarat yang belum dipenuhi oleh Pemkot Malang dan pengembang. Bahkan beberapa hari lalu, mereka kembali melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kota Malang. (Red)

Baca Juga:  Relawan Malang Pacu Semangat Wirausaha Dengan Toko Online