Nanda: Perempuan Harus Terlibat Dalam Pengambilan Kebijakan

Nanda: Perempuan Harus Terlibat Dalam Pengambilan Kebijakan

93
SHARE

KOTA MALANG – Minimnya jumlah keterwakilan perempuan di ranah publik menjadi bahasan menarik di semua lini masyarakat, padahal jika menilik jumlah populasi perempuan di Indonesia lebih besar dibandingkan laki-laki.

Staf Khusus Kementerian Sosial Republik Indonesia, Mas’ud Said mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan keterwakilan perempuan di semua lini, khususnya di bidang birokrasi pemerintahan.

Pria asal Malang ini menjelaskan, di pemerintahan Jokowi saat ini menempatkan delapan perempuan sebagai menteri. Sebut saja diantaranya, nama Puan Maharani, Susi Pudjiastuti, Khofifah Indar Parawansa, Sri Mulyani hingga Retno Marsudi.

“Kenapa mereka bisa menempati posisi tersebut, karena mereka semua luar biasa. Ini menunjukkan bahwa perempuan juga mampu berkecimpung di pemerintahan,” tandasnya dalam acara dialog interaktif di Auditorium Multikultural, Universitas Kanjuruhan Malang, Kamis (11/05/17) siang.

Sebagai informasi, dialog interaktif itu untuk memeringati Hari Kartini, dengan tema ‘Menentang Sejuta Cerita Di Balik Kusutnya Kebaya Perempuan”


Sementara itu, Ya’qud Ananda Gudban yang juga Ketua Komunitas Perempuan Peduli Indonesia (KoPPI), menjelaskan bahwasanya di era sekarang sudah bukan jamannya berkompetisi untuk mencari lawan, tapi sebagaimana kita bisa bekerjasama serta berkopperasi dalam mewujudkan segala hal.

Terkait dengan peran Perempuan di era globalisasi ini, Nanda mengatakan kualitas perempuan Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Bahkan menurutnya, dunia sudah mengakui kehebatan srikandi srikandi asal Indonesia. Nama Khofifah Indar Parawansa dan Sri Mulyani pun tak asing ditelinga masyarakat negeri paman sam itu.

“Jadi sudah tepat jika presiden memasukkan perempuan kedalama eksekutor. Menteri itu adalah posisi yang sangat strategis duntuk membantu presiden di bidang nya masing masing,” imbuhnya perempuan berparas cantik ini.

“Saya sudah tidak lagi melihat kebayak kusut di perempuan, kalau misalnya kita itu berpendidikan,” pungkasnya. (Red)

Baca Juga:  Nanda Minta Mahasiswa Tetap Kritis