Lewat Ponpes At-Taubah, Lapas Lowokwaru Siapkan Napi Jadi Pendakwah

Lewat Ponpes At-Taubah, Lapas Lowokwaru Siapkan Napi Jadi Pendakwah

67
SHARE

Reportasemalang.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I A Lowokwaru Malang, baru baru ini mempersiapkan sebuah gedung baru untuk dijadikan Pondok Pesantren (Ponpes) sebagai tempat bagi warga binaan memperdalam ilmu agama.

April lalu gedung Ponpes At-Taubah, berkapasitas 56 kamar tersebut telah dioperasikan dan dipergunakan untuk hunian bagi para santri. Dalam blok baru inilah para santri akan memperoleh bimbingan rohani. Penghuni blok tersebut terdiri atas mereka yang telah lolos assesmen, hal ini disampaikan oleh Kalapas Lowokwaru Malang, Krismono, Kamis (18/5/2017) pagi disela-sela kunjungan tim Relawan Malang ke Lapas yang berlokasi di Jalan Asahan, Kota Malang ini.

Ia mengatakan, nantinya warga binaan yang menghuni blok baru itu adalah para narapidana yang telah lulus assesment. Lanjutnya kedepan, 400 santri yang telah lolos seleksi, bakal menepati blok tersebut. “Rajin ibadah adalah salah satu syarat masuk ke Ponpes At-Taubah ini,” tandasnya.

Mereka yang lolos assesmen adalah warga binaan yang selama ini dinilai tekun beribadah dan mengikuti program ponpes lapas.

Krismono menjelaskan bahwa, warga binaan yang kelak sudah menghirup udara bebas diharapkan bisa menyebar kebaikan di lingkungannya.

Selain menyiapkan calon pendakwah, lapas juga menyelenggarakan sekolah Alkitab bagi warga binaan beragama nasrani. “Keluar dari lapas nanti yang Muslim bisa jadi pendakwah dan yang Nasrani bisa jadi penginjil,” kata dia.

Sementara itu, pihaknya kini juga tengah mengembangkan Lapas Asimilasi di Desa Maguwan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

Lapas Asimilasi ini dihuni oleh sejumlah narapidana yang sudah menghabiskan separuh masa tahanannya. Lapas Asimilasi, kata dia ‘membebaskan’ para narapidana berbaur seperti layaknya masyarakat umum. Selain bercocok tanam, napi asimilasi, juga berbaur langsung dengan masyarakat setempat.

Baca Juga:  Relawan Malang Turun Tangan Bantu Korban Banjir Lowoksuruh

Jelasnya, di Lapas Asimilasi dengan luas lahan 23 hektare itu terdapat pondok hunian bagi narapidana yang bisa menampung 100 orang. “Pondok asimilasi untuk 100 orang napi. Di Jawa Timur belum ada lapas terbuka. Inilah yang nantinya akan jadi cikal bakalnya. Pondok asimilasi bisa jadi Lapas Terbuka,” bebernya.(Red)