Kota dan Kabupaten Malang Raih Public Services Award

Kota dan Kabupaten Malang Raih Public Services Award

111

 

Surabaya – Upaya Kota dan Kabupaten Malang dalam memajukan Malang Raya kembali mendapatkan pengakuan. Kedua daerah ini meraih penghargaan WOW Service Excellence Award Jawa Timur 2017 dari MarkPlus Inc, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang marketing, berkat inovasi pelayanan publik yang telah diterapkan.

Kabupaten Malang meraih penghargaan ini atas keberhasilan menerapkan pelayanan home care permata di Puskesmas Turen. Sedangkan Kota Malang di bidang pelayanan tuna netra melalui Layanan Pojok Braille (Lapo Bra).

Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian kegiatan The First WOW Service Day di Ballroom Shangri La Hotel, Surabaya, Selasa (11 /7/2017) sore.

Jacky Mussry Deputy, CEO MarkPlus, Inc. menjelaskan selama bertahun – tahun, MarkPlus, Inc. telah menyelenggarakan ajang Service Excellence Award di berbagai kota di Indonesia.

“Pada tahun 2017 ini, MarkPlus, Inc. kembali menyelenggarakan ajang ini dengan konsep yang lebih menarik dengan tajuk WOW Service Day 2017. Selain memberikan penganugerahan Service Excellence Award bagi perusahaan, Untuk pertama kalinya juga memberikan penghargaan atas layanan publik yang diberikan oleh pemerintah daerah yang dipandang telah memiliki “service spirit” luar biasa yang patut diteladani,” jelas Jacky.

Acara ini juga diperkaya dengan sharring sessions dengan pemenang best practices dengan tema “Best Practice Sharing Session by Service Champion”. “Kita langsung menghadirkan Kepala Daerah, sebagai Pembicara sekaligus dilakukan sesi tanya jawab dan sharing session,” terang Jacky

Wali Kota Malang, Mochammad Anton menyampaikan bahwa berdasarkan data (2016), di kota Malang tercatat jumlah disabilitas tuna netra sebanyak 1.138 jiwa atau 0.12 % dari total jumlah penduduk kota Malang. “ Pelayanan Pojok Braille di perpustakaan umum bagi penyandang tuna netra merupakan yang pertama di Jawa Timur, berbasis teknologi informasi dan kedepan akan ditambah dengan Al Quran Braille” ujar Abah Anton.

Baca Juga:  Luncurkan Aplikasi SAKDINO, Pengurusan Administrasi Kependudukan Semakin Mudah

Sementara itu, Bupati Malang, Rendra Kresna menyatakan keberhasilan ini berkat andil dari masyarakat yang telah peduli dalam menjaga kesehatannya.

Rendra menjelaskan bahwa, program home care permata lebih menekankan pada edukasi dan pembiasaan budaya hidup sehat di masyarakat. Namun meski telah sukses meraih penghargaan, menurut Rendra pelayanan home care permata ini perlu ditingkatkan. Terutama berkaitan dengan proporsi ketersediaan tenaga kesehatan, yang masih belum seimbang dengan pasien yang dilayani.

“Kami mengakui ada keterbatasan tenaga medis yang melayani. Tapi itu bukan alasan untuk memberikan pelayanan yang maksimal. Ini akan terus kami upayakan dan tingkatkan,” tandasnya. (Red)