Jadi Kawasan Ekonomi Khusus, Singosari Go Internasional

Jadi Kawasan Ekonomi Khusus, Singosari Go Internasional

136

Kabupaten Malang – Pesona pariwisata Kabupaten Malang, dengan slogannya “Hearts Of East Java” rupanya menarik perhatian Pemerintah Pusat. Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bahkan saat ini tengah memberi perhatian khusus pada Kabupaten terbesar kedua di Jawa Timur itu, dengan ditunjuknya Malang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), melalui Singhasari Integrated Tourism Complex¬† (SITC).

Arief menjelaskan kompleks seluas 200 ha lebih itu merupakan bagian dari Greater Malang Synergy, terletak di persimpangan antara kawasan Bromo-Tengger-Semeru (sekitar 40 Km), Kota Malang, dan Kota Batu

Lanjutnya ada dua kawasan pariwisata di Jawa Timur yang diusulkan menjadi KEK, selain Kabupaten Malang juga ada Kabupaten Trenggalek.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya, menjelaskan, pemilihan Singosari sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, didasari atas pertimbangan bahwa Singosari merupakan representasi dari Bromo, Tengger dan Semeru.

“Pengembangan wisata andalan salah satunya adalah kawasan Bromo, Tengger dan Semeru. Kabupaten Malang berada di tiga kawasan ini, dan Singosari adalah representasinya,” kata Arief Yahya ketika mengunjungi Museum Singhasari, pada Kegiatan Aksi Sapta Pesona bersama Kelompok ASIDEWI (Asosiasi Desa Wisata) di Kabupaten Malang, Kamis (27/7/2017).

Menurut Arief Yahya, ada tiga kunci untuk mengembangkan pariwisata dengan menggunakan 3A, diantaranya, atraksi, akses dan amenitas.

“Atraksi, apa yang ditonjolkan oleh wisata tersebut. Berdasarkan buatan manusia, alam dan budaya,” ucapnya.

Sementara itu, wisata bisa berkembang pesat jika ditunjang dengan akses yang memadai dan didukung amenitas alias penginapan berupa guest house atau hotel atau juga bisa home stay.

Arief juga menjelaskan bahwa pariwisata apabila dijaga dengan baik dan sustainable, maka secara otomatis akan memakmurkan masyarakat itu sendiri disekitar destinasi, dan para pelaku usaha pariwisata juga tentunya.

Baca Juga:  ASN Kota Malang diLarang Mudik Lebaran Pakai Mobil Dinas

Optimalisasi pariwisata menjadi primadona dalam beberapa tahun belakang ini diberbagai daerah. Selain menjadi penyumbang devisa terbesar selain sektor migas yang memiliki keterbasan sumber daya, kesadaran atas melimpahnya pesona alam diberbagai daerah juga terus tumbuh. (Red)