“Gunung Sampah” Pasar Merjosari Ganggu Pengguna Jalan

“Gunung Sampah” Pasar Merjosari Ganggu Pengguna Jalan

506

KOTA MALANG – Polemik beberapa persoalan Pasar Merjosari terus bergulir hingga saat ini, salah satunya yaitu soal sampah. Tumpukan sampah yang sejak 20 Desember lalu tidak diangkut oleh Dinas Pasar Kota Malang semakin berdampak negatif. Tidak hanya pedagang pasar yang dirugikan, sekarang para pengguna jalan pun turut terganggu dikarenakan bau menyengat dan tumpukan sampah sudah meluber ke jalan raya sehingga menyebabkan kemacetan. Sampai saat ini belum ada tindakan kongkrit baik dari paguyuban pedagang maupun pemerintah daerah Kota Malang menyikapi hal tersebut.


Polemik terbaru soal sampah di Pasar Merjosari memang masih dalam proses perdebatan. Pihak Pemkot Malang, dalam hal ini Dinas Pasar telah memberhentikan penarikan restribusi harian dan berhenti melakukan pengangkutan sampah sehingga sampah sengaja tidak diangkut. Hal ini disebabkan oleh para pedagang yang belum mau pindah ke Pasar Dinoyo. Sedangkan para pedagang masih bersikukuh bertahan di pasar penampungan Merjosari dikarenakan ada beberapa hal yang belum sesuai kesepakatan awal. Sebenarnya paguyuban pedagang sudah berinisiatif merespon soal sampah tersebut dengan cara iuran secara swadaya untuk membuang sendiri sampah yang ada ke TPA Supit Urang, namun kabarnya mereka belum mendapat ijin dari dinas terkait.

Ardi, Salah satu pengguna jalan yang sedang melintas mengeluhkan tentang kondisi sampah tersebut. “Ini sudah sangat mengganggu, macet dan bau sangat menyengat, harus ada yang segera bertanggung jawab,” ungkapnya hari ini (25/12/16).


Pengguna jalan yang lain, Eko Samito juga menyampaikan hal serupa. “Saya setiap hari lewat sini (pasar), sangat memalukan. Harusnya pemerintah tidak boleh “ngambek” begitu, ini soal tanggung jawab. Pemerintah jangan arogan, sehingga rakyat yang dijadikan korban,” tegas mahasiswa UIN Malang ini.

Baca Juga:  Jalur Independen Sebagai Opsi Menghindari Politik Transaksional

Sebenarnya keluhan soal sampah Pasar Merjosari tidak hanya keluar dari mulut para pengguna jalan. Para warga sekitar juga mulai terganggu dengan bau tak sedap dan kemacetan tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah dan para pedagang segera punya jalan keluar terbaik. Bahkan, soal sampah Pasar Merjosari juga ramai diperbincangkan oleh masyarakat di media sosial. (red)