Coban Ekstrim di Perbatasan Kabupaten Malang-Lumajang

Coban Ekstrim di Perbatasan Kabupaten Malang-Lumajang

191

WISATA – Salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi ketika melewati Jalur Lintas Selatan Jawa adalah coban tumpak sewu. Coban tumpak sewu adalah air terjun degan tinggi 180 yang terletak diantara Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang. Air terjun ini memilikibeberapa sumber air yang mengucur dari atas tebing, orang orang juga biasa menyebut coban tumpak sewu ini dengan mini niagara Indonesia, dikarenakan bentuknya yang mirip ai terjun Niagara di Tempat wisata ini mulai tenar pada awal tahun 2015 di media sosial setelah salah seorang warga Lumajang mengunggah foto coban tumpak sewu di salah satu grup di media sosial. Untuk mengunjungi tempat ini aksesnya sangat mudah. Saat pertama dikelola akses masuk hanya dari Kabupaten Lumajang, ini dikarenakan letak geografis air terjun ini masuk wilayah Kabupaten Lumajang.

Akhir-akhir ini dari wilayah Kabupaten Malang juga membuka akses jalur menuju coban tumpak sewu. Sekarang jalur yang dapat diaksesuntuk melihat panorama air terjun ini ada 4 jalur, masing masing memiliki keunikan sendiri. Salah satu jalur akses menuju air terjun ini berada diwilayah Kabupaten Malang. Jalur ini terkesan esktrim dan sangat menantang adrenaline, pasalnya akses menuju air terjun terbuat dari bambu yang diikat di tebing. Untuk mencapai dasar air terjun kita harus melewati tangga bambu dengan kemirigan hampir 90 derajat. Karena ke-ekstrimanya warga malang di sekitar air terjun menamai coban tumpak sewu ini menjadi coban ekstrim.

Dengan ticket masuk 5000 rupiah per orang, tempat ini sangat cocok bagi pelancong,pecinta alam atau backpacker untuk mengunjungi tempat wisata ini. Fasilitas yang ada di air terjun ini juga cukup lengkap mulai dari tempat parkir, kamar mandi dan warung-warung yang dikelola oleh warga sekitar. Kebersihan tempat wisata ini juga sangat terjaga. Meskipun tempat ini sangat bagusuntuk dikunjungi dan untuk menantang adrenaline,jika mengunjungi coban tumpak sewu ini kita juga harus hati-hati dan tetap mentaati peraturan yang ada. Sarana dan prasarana yang ada untuk akses masih sangat kurang untuk tingkat keamanan pengunjung. (dam)

Baca Juga:  Kelestarian Pantai 3 Warna Wisata Kabupaten Malang